Liputankpk.com – Kemacetan panjang terjadi hampir setiap hari di sepanjang Jalan Tanjung Hulu Pontianak timur,,hingga jalur Trans Kalimantan kabupaten kubu Raya,Kendaraan besar seperti truk kontainer dan truk angkutan lainnya mendominasi ruas jalan, menyebabkan antrean panjang yang sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut merasa sangat dirugikan. Aktivitas jual beli menjadi terhambat karena akses jalan menuju tempat usaha mereka terhalang oleh kemacetan. Beberapa pelanggan mengaku enggan datang karena sulitnya menjangkau lokasi usaha di tengah kemacetan yang tak kunjung terurai.
Tim media yang melakukan penelusuran di lokasi menemukan bahwa salah satu penyebab utama kemacetan ini adalah pengaturan lampu lalu lintas yang dinilai tidak sesuai. Durasi lampu hijau terlalu singkat, tidak seimbang dengan volume kendaraan yang melintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang sopir truk, Khaidir, mengungkapkan bahwa kemacetan seperti ini sudah menjadi hal biasa. “Hampir setiap hari begini. Kadang siang, kadang sore. Waktu kami habis di jalan. Capek, apalagi panas sekali siang-siang begini,” keluhnya saat diwawancarai di tengah antrean kendaraan.
Selain menyulitkan sopir, kondisi ini juga berdampak pada distribusi barang dan logistik di wilayah Kalimantan Barat. Keterlambatan pengiriman barang menyebabkan kerugian bagi banyak pihak, termasuk pelaku UMKM yang bergantung pada kelancaran distribusi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Penyesuaian durasi lampu lalu lintas, rekayasa lalu lintas, serta pengawasan truk besar di jam-jam tertentu menjadi solusi yang dinilai mendesak. Warga mempertanyakan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kemacetan yang berdampak luas ini.(Mulyadi)












