Pembangunan Jalan PUPR di Lubuk Simpur Diduga Bermasalah: Asal-Asalan Pekerjaan dan Bagian Menuju Perkebunan Pribadi

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Bayung lincir muba, [27-12-2025] – Proyek pembangunan jalan yang dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai 1,6 miliar rupiah di Dusun 6 RT 22 Lubuk Simpur, Desa Sukajaya, yang dimulai November 2025 dan baru selesai Desember 2025, diduga memiliki beberapa masalah serius. Mulai dari pelaksanaan pekerjaan yang asal-asalan hingga bagian jalan yang diklaim menuju ke perkebunan pribadi.

Proyek yang ditujukan untuk membangun jalan sepanjang 2.300 meter untuk kepentingan warga. Namun, menurut seorang warga yang tidak mau menyebutkan nama, meskipun sudah selesai, ternyata hanya separuh dari panjang jalan yang benar-benar dibangun.

“Yang paling memprihatinkan, sebagian bagian jalan yang sudah dibangun malah menuju ke perkebunan pribadi. Harusnya pembangunan ini harus untuk kepentingan warga semua, bukan hanya untuk keperluan pribadi,” ujar warga tersebut kepada tim berita.

Selain itu, kualitas pekerjaan juga dicurigai tidak sesuai spesifikasi. Hamparan batu yang digunakan dinilai tipis, paretnya dangkal, dan proses pemadatan bahkan tidak dilakukan sama sekali. Selain itu, papan rencana proyek (papan rap) yang seharusnya memuat informasi detail proyek juga tidak dipasang di lokasi.

Sampai saat ini, tim berita belum mendapatkan konfirmasi langsung dari dinas terkait mengenai masalah yang diungkapkan warga

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *