Rokan Hilir,liputankpk.com –
Terkait Aksi damai yang digelar warga di dua kepenghuluan, yakni Manggala Sempurna dan Manggala Sakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, kembali berlanjut usai pemblokiran armada perusahaan pada Selasa, (3/6/25).

Sebagai respons atas aksi damai tersebut, pemerintah kecamatan Pujud memfasilitasi musyawarah antara warga dan pihak perusahaan pada Rabu (4/6/25),
Dalam pertemuan ini, warga yang terlibat dalam aksi damai aksi damai ini untuk berdialog langsung dengan perwakilan perusahaan, khususnya sembilan (9) perusahaan dari 40 perusahaan yang armadanya rutin melintas di jalan lintas Manggala–Pujud.
Camat Pujud mempasilitasi dan memimpin langsung jalannya musyawarah, dengan harapan tercapai solusi damai yang menguntungkan semua pihak dan meredakan ketegangan yang sempat terjadi di tengah tengah konflik kolusi (debu)
Selain itu, sejumlah pejabat turut dijadwalkan hadir dalam pertemuan aksi damai tersebut, antara lain Camat Tanah Putih, Kasat Intelkam Polres Rokan Hilir, Danramil Pujud, Kapolsek Pujud, serta Kapolsek Tanah Putih.
Warga menuntut kejelasan dan komitmen perusahaan terkait pemanfaatan jalan yang dianggap merusak infrastruktur dan mengganggu kenyamanan dari polusi udara (debu) masyarakat setempat.
“Akhirnya dengan kesepakatan antara sembilan (9) perusahaan yang mewakili dari empat puluh (40) perusahaan yang hadir akan bertanggung jawab untuk penyiraman jalan sepanjang Tiga (3) bulan ke depan dengan cara menyiram jalan sepanjang dua (2) kecamatan yaitu kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih yang di Danai oleh perwakilan perusahaan.
Dengan demikian Pemerintah (APH) yang turut hadir mengucapkan syukur dengan adanya kesepakatan antara pihak perusahaan dengan masyarakat peserta damai yang mengatasnamakan aliansi masyarakat, namun pihak perusahaan mengatakan belum sampai disini yang akan di kabulkan pihaknya dari tuntutan aliansi masyarakat.
Pihak perusahaan berjanji akan mengadakan musyawarah dengan pihak perusahaan yang belum sempat menghadiri aksi damai hari ini yang di fasilitasi pihak pemerintah yakni kecamatan Pujud kabupaten Rokan Hilir P4ovinsi Riau, pihaknya berjanji secepatnya akan di sampaikan hasil musyawarah pihaknya dengan pimpinan perusahaan lainnya.
Dengan demikian harapan, forum aliansi masyarakat berharap dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang sudah mampu menjembatani kepentingan perusahaan dan tuntutan masyarakat yang tercemari kolusi (debu), serta mengembalikan kelancaran aktivitas distribusi logistik di wilayah terjadinya konflik tersebut di dua (2) kecamatan dan berharap secapat nya ada etikat baik dari pimpinan perusahaan yang belum bisa hadir di giat aksi damai yang di pasilitasi oleh pemerintah yakni kecamatan Pujud.
Liputan KPK,*(Tim) Riau












