Bekerja Bukan Hanya Mencari Gaji, Tetapi Menjaga Amanah dan Akhlakul Karimah”

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

 

Kraksaan’ liputankpk.com.

Di sela-sela sebelum acara Hotmil Quran 06 maret 2026 seorang penyuluh agama islam menulis materi pekerjaannya :

Dalam ajaran Islam, pekerjaan bukan hanya sekadar mencari gaji atau penghasilan. Pekerjaan juga merupakan amanah dan bagian dari ibadah kepada Allah SWT, sehingga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta akhlakul karimah terhadap sesama.

Allah SWT berfirman:

“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”

(QS. At-Taubah: 105)

Ayat ini menjelaskan bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan dilihat dan dinilai oleh Allah SWT, bukan hanya oleh manusia. Karena itu seorang muslim harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh amanah.

Dokumentasi, mediasi dan hubungan baik dengan lapisan masyarakat adalah tugas penyuluhan

Namun dalam kehidupan kerja terkadang ada orang yang sudah berusaha keras, bahkan bersusah payah membuat laporan pekerjaan, sampai sering pulang larut malam demi menjalankan tugasnya, tetapi kinerjanya tidak dinilai dengan baik atau tidak dilaporkan sebagaimana mestinya. Hal seperti ini tentu bisa melukai hati seseorang.

Dalam Islam kita diajarkan untuk bersikap adil dan menghargai usaha orang lain, serta tidak meremehkan kerja keras saudaranya.

Allah SWT berfirman:

 

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

(QS. Al-Maidah: 8)

Ayat ini mengajarkan bahwa dalam menilai seseorang, kita harus jujur dan adil, tidak menutup mata terhadap usaha dan pengorbanan orang lain.

Selain itu, Islam juga melarang seorang muslim menjelekkan atau merendahkan saudaranya, termasuk merendahkan kinerja atau usahanya.

Allah SWT berfirman

:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.”

(QS. Al-Hujurat: 11

)

Begitu juga kita tidak boleh mudah berprasangka buruk, misalnya menilai seseorang tidak bekerja hanya karena kita tidak melihat laporan atau tidak mengetahui perjuangannya.

Allah SWT berfirm

an:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”

(QS. Al-Hujurat:

12)

Rasulullah SAW juga bers

abda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak merendahkannya.”

(HR. Bukhari dan Mu

slim)

Dan dalam hadis lain Rasulullah SAW be

rsabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan

Muslim)

Dari ayat dan hadis tersebut kita memahami bahwa dalam bekerja kita harus:

Bekerja dengan niat ibadah kepada Allah SWT.

Menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan amanah.

Menghargai kerja keras rekan kerja.

Tidak menjelekkan kinerja teman atau mencari kelemahannya.

Tidak menilai buruk seseorang tanpa mengetahui perjuangannya.

Menilai pekerjaan orang lain dengan adil dan jujur.

Menjaga akhlakul karimah dan ukhuwah Islamiyah dalam lingkungan kerja.

Karena pada hakikatnya Allah Maha Mengetahui setiap usaha dan perjuangan hamba-Nya, meskipun kadang manusia tidak melihat atau tidak menghargainya.

Allah SWT b

erfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. At-Tau

bah: 120)

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua orang yang bekerja dengan amanah, saling menghargai, tidak merendahkan sesama, dan selalu menjaga akhlakul karimah dalam setiap tugas yang kita jalankan. Aamiin.

Penulis: Amin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *