Bekasi, liputankpk.com – 20 Mei 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Pendidikan Politik dan Etika Berpolitik bagi seluruh partai politik di Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung KPU Kabupaten Bekasi, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman partai politik terhadap sistem demokrasi, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pentingnya menjaga etika dalam kehidupan politik. Melalui kegiatan tersebut, BAKESBANGPOL menegaskan bahwa partai politik memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi yang harus menjalankan fungsi politik secara konstitusional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kepala BAKESBANGPOL Kabupaten Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan politik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan penting dalam membangun iklim politik yang sehat, dewasa, dan bertanggung jawab.
“Politik yang beretika adalah fondasi kepercayaan publik. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader partai dapat menjadi contoh dalam berdemokrasi yang santun, terbuka, serta menjauhi politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Aliridho, turut menyampaikan laporan capaian kelembagaan selama masa kepemimpinannya. Ia memaparkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan guna meningkatkan transparansi dan partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Bekasi.
Beberapa program yang disampaikan antara lain penguatan sosialisasi kepemiluan hingga tingkat desa, digitalisasi data pemilih, serta peningkatan kapasitas penyelenggara ad hoc demi terciptanya pemilu yang profesional dan akuntabel.
Aliridho juga menekankan pentingnya sinergi antara KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, serta partai politik agar seluruh tahapan pemilu dapat berjalan sesuai aturan dan terhindar dari konflik.
Selain menyampaikan capaian kerja, Aliridho turut membagikan refleksi pengalaman selama memimpin KPU Kabupaten Bekasi. Menurutnya, penyelenggaraan pemilu tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari dinamika politik, keterbatasan logistik, hingga tingginya harapan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.
“Ada kalanya kami harus bekerja hingga 24 jam untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tepat waktu. Namun di balik kelelahan itu, ada kepuasan tersendiri ketika melihat masyarakat datang ke TPS dengan antusias dan proses pemilu berjalan lancar,” ungkapnya.
Materi pendidikan politik dalam kegiatan tersebut mencakup dinamika sistem kepartaian di Indonesia, regulasi pemilu terbaru, pencegahan politik uang, hingga strategi komunikasi politik yang konstruktif. Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan seluruh partai politik peserta pemilu di Kabupaten Bekasi.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta penandatanganan komitmen bersama untuk menjalankan politik yang berintegritas, santun, dan mengedepankan kepentingan publik.
(Alhidayah)












