Pulau Jemur, Liputankpk.com|Kami Warga bantah Dikerjakan alat berat tersebut berapa bulan yang lalu, hutan mangrove/bakau yang di tanam masyarakat, melainkan lahan zona putih yang mana pohon mangrove nya tumbuh sendiri. Pengakuan Oknum tokoh masyarakat tersebut, di rekam oleh satu media streaming beberapa hari lalu masyarakat membantah ucapan dari oknum masyarakat bernisial Mrp.

“Awak media turun langsung di lapangan pukul 05.00 Sore Hari Senen tanggal 23 Juni tahun 2025, mewawancarai masyarakat Dusun bandar kaya, yang ada berapa orang sekitar 12 masyarakat bandar kaya tersebut mengatakan ucapan oknum tokoh masyarakat inisial Mrp, bawasa nya hutan bakau yang dikerjakan alat berat tersebut untuk kebutuhan masyarakat itu tidak benar,”ujar Dari masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

“Harapan dari masyarakat bandar kaya tersebut hutan mangrove atau hutan bakau tersebut, harus bisa ditanam kembali karena menjadi khawatiran masyarakat dusun Dandar kaya, apalagi pasang surut dusun bandar kaya tersebut mendekati pantai Pulau Jemur, apabila hutan bakau tersebut tidak ditanam kembali apalah jadi Nasib Pulau Jemur, kami masyarakat yang namanya kawasan putih atau hijau kami tidak tahu yang jelasnya itu adalah hutan bakau yang mendekati di pinggir pantai
sekitar 30 meter dari pantai atau yang dikerjakan alat berat tersebut,”ujar masyarakat bandar kaya.

“Kami masyarakat berharap agar tokoh tersebut ditindak tegas M.Amin dan Oknum tersebut, karena mengatas namakan masyarakat kepenghuluan Pulau Jemur memberi keterangan palsu,” tutupnya dari masyarakat bandar kaya.**-Andri












