“Duka Mendalam di Atas Sepeda Motor: Sisa Kerupuk yang Menjadi Saksi Kepergian Sang Pejuang Keluarga”

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

https://www.liputankpk.com// tapanuli tengah– Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga sederhana di kawasan kelurahan budiluhur kecamatan pandan kabupaten tapanuli tengah setelah kepergian tragis seorang anak yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh kasih terhadap orang tuanya.

Peristiwa memilukan itu meninggalkan kenangan mendalam, terlebih ketika keluarga melihat sisa dagangan kerupuk yang masih tertinggal di atas sepeda motor yang digunakan almarhum untuk membantu orang tuanya berjualan kerupuk.

Tak sedikit warga yang mengenalnya sebagai anak yang santun dan tekun dalam beribadah.
Namun takdir berkata lain. Pada hari nahas itu, korban dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang bersama temannya yang di bonceng setelah berjualan. Diduga Ia meninggal dunia di tempat kejadian, menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Yang paling menggetarkan hati, di saat sepeda motor diamankan satlantas masih terlihat ditemukan beberapa bungkus kerupuk tersisa di atas sepeda motor.

Pemandangan itu seolah menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan terakhir sang anak dalam membantu orang tuanya mencari rezeki yang halal.

“Saya tak kuat melihatnya. Kerupuk itu masih utuh di atas motor, anak saya sudah tiada lagi selama lamanya,oh tuhan tempatkanlah almahrum anak saya di surgamu dan terimalah dia disisimu serta tenangkanlah dia surgamu ya allah ya robby,” ucap seorang ibu kandung yang melahirkannya dengan suara bergetar, dan penuh tangis yang tak terbendung.

Sang ibunda mengatakan bahwa sepeda motor dan sisa kerupuk itu kini menjadi satu-satunya kenangan yang paling berharga. “Setiap kali saya lihat kerupuk itu, saya ingat senyum anak saya. Dia selalu bilang, ‘ummi, nanti setelah saya selesai sholat magrib saya bantu ummi antarin kerupuk ya ummi,gak usah nak,biar ummi sama buyah yang antarin kalo buyah sudah pulang kerja,ummi sama buyah istrahat saja di rumah karena sudah cape,’’ tutur sang ibu lirih pedih dan sedih.

Warga sekitar pun turut berduka dan membantu keluarga dalam proses pemakaman. Banyak yang datang untuk memberikan doa dan semangat, sembari mengenang kebaikan hati almarhum semasa hidupnya.
Sisa kerupuk di atas sepeda motor bukan sekadar dagangan yang belum sempat terjual, melainkan simbol kasih, kerja keras, dan pengorbanan seorang anak yang berjuang hingga akhir demi keluarganya.

Kini, di tengah duka yang mendalam, keluarga hanya bisa berdoa agar amal dan perjuangan almarhum diterima oleh allah SWT,Tuhan Yang Maha Esa,

Tim: media liputan kpk

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *