https://www.liputankpk.com//jeddah arab saudi. –jamaah umroh asal panyabungan dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, mengaku kecewa terhadap pelayanan pembimbing inisial”HM” dan “MH”yang selama menjalankan rangkaian ibadah umroh di Tanah Suci. Kekecewaan tersebut disampaikan oleh jamaah karena sikap pembimbing dinilai kurang humanis dan kurang memberikan pendampingan yang maksimal kepada jamaah.
Salah seorang jamaah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama perjalanan ibadah, para jamaah merasa kurang mendapatkan arahan dan perhatian yang seharusnya diberikan oleh seorang pembimbing umroh.
“Sebagai jamaah, kami berharap pembimbing bisa lebih aktif dan memberikan bimbingan dengan baik, apalagi banyak jamaah yang sudah lanjut usia. Namun yang kami rasakan, pelayanan dan komunikasi dari pembimbing kurang ramah dan kurang humanis,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (9/3/2026).di jeddah setempat.
Menurutnya, pembimbing memiliki peran penting dalam membantu jamaah memahami rangkaian ibadah umroh, mulai dari pelaksanaan tawaf, sa’i, hingga kegiatan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah.
Namun dalam pelaksanaannya, beberapa jamaah merasa tidak mendapatkan penjelasan yang cukup.
“ada beberapa di antara kami yang masih bingung dengan tata cara ibadah di beberapa lokasi. Kami berharap pembimbing bisa lebih aktif membimbing dan memberi penjelasan secara jelas kepada jamaah,” tambahnya.
Selain itu, beberapa jamaah juga mengeluhkan sikap komunikasi yang dinilai kurang bersahabat sehingga membuat sebagian jamaah merasa sungkan untuk bertanya atau meminta bantuan.bahkan seperti terbagi ada keberpihakan sekelompok jamaah.
“Harapan kami sebenarnya sederhana, pembimbing bisa lebih ramah, sabar, dan mau membantu jamaah yang membutuhkan informasi atau bantuan,” kata jamaah lainnya.
Para jamaah berharap pihak travel penyelenggara umroh dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada jamaah, khususnya terkait sikap dan kinerja pembimbing selama mendampingi perjalanan ibadah.
“Ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi agar ke depan pelayanan kepada jamaah bisa lebih baik. Ibadah umroh adalah perjalanan ibadah yang sakral, sehingga jamaah berharap mendapatkan pelayanan yang baik dan penuh perhatian,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak travel penyelenggara umroh yang memberangkatkan jamaah asal panyabungan dan Tapanuli Tengah tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh para jamaah.
Jamaah berharap meminta instansi pemerintah terkait Pengamat pelayanan perjalanan ibadah umroh dan haji khususnya kabupaten tapteng dan panyabungan sumut,agar bisa memperhatikan dan menilai bahwa pembimbing umroh seharusnya tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga memiliki sikap yang ramah dan mampu memberikan pendampingan secara humanis kepada jamaah.
Diharapkan dengan adanya masukan dari para jamaah ini, pihak penyelenggara perjalanan ibadah umroh dapat meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, khusyuk, dan penuh ketenangan selama berada di Tanah Suci.
Tim: media liputan kpk.












