Surabaya, liputankpk.com – Kementerian Agama dan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan pencegahan perkawinan anak di Jawa Timur. Kamis (19/6/2025)
Bertempat di ruang pertemuan Pemprov Jatim, kegiatan yang digagas Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jatim ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya, Dr. H. Munir (Kabid Urais Kanwil Kemenag Jatim), Imam Nakha’i (tokoh masyarakat & anggota Komnas Perempuan), dan Suti’ah dari LPKP Jatim.
Wahyu Eko, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Biro Kesra, menyampaikan apresiasi atas daerah-daerah yang aktif menekan angka perkawinan anak. “Daerah dengan upaya nyata akan kami dorong meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak,” ujarnya.
Sakdun, Plh. Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, menambahkan bahwa Kemenag terus mendorong program pencegahan seperti BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di madrasah serta bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di seluruh kecamatan.
“Memasuki semester kedua 2025, kami siap berkontribusi aktif dalam memberikan masukan kebijakan strategis untuk mendukung visi Kabupaten Probolinggo Sae di bawah kepemimpinan Gus Haris dan Ra Fahmi,” ujarnya.
Imamuddin Nur Fajri, Ketua APRI Probolinggo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa. “Kami siap memberikan pendampingan dan bantuan teknis, khususnya dalam program pemberdayaan remaja,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Probolinggo, Nur Hayati, menyatakan bahwa edukasi masyarakat tetap menjadi kunci. “Kesuksesan program ini ada di desa. Kami terus bergerak bersama penyuluh dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan anak hingga minimal SLTA,” tegasnya.
Dalam paparannya, Suti’ah menyebutkan bahwa data SUSENAS menunjukkan penurunan angka perkawinan anak usia di bawah 18 tahun selama empat tahun terakhir di Jawa Timur. Namun, angka tersebut masih di atas rata-rata nasional, sehingga upaya pencegahan harus terus ditingkatkan.
Penulis: Moh. Amin












