Klarifikasi Masalah Berita Warga Pulau Kalmas Diduga Lambat Penanganan
LiputanKPK.com. Pangkep, LiputanKPK.com —Seorang warga Pulau Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), bernama MR ( LK), diduga mengalami keterlambatan penanganan medis di Puskesmas Pamantauan. Pasien yang diketahui menderita penyakit anemia atau kurang darah tersebut sudah mengalami kondisi kesehatan yang menurun selama lebih dari satu minggu, namun belum mendapatkan pemeriksaan atau perawatan yang memadai dari petugas kesehatan di Puskesmas Pamantauan.
Keluarga MR menyayangkan sikap Puskesmas Pamantauan yang terkesan lamban dan tidak memberikan kejelasan terkait alasan keterlambatan penanganan.
“Harusnya pasien yang dalam naungan Puskesmas Pamantauan itu segera ditangani tanpa harus menunggu hingga kondisinya memburuk. Ini sudah seminggu lebih tapi belum ada tindakan nyata,” ujar salah seorang anggota keluarga yang memilih tidak disebutkan namanya saat memberikan keterangan kepada LiputanKPK.com.
Dalam klarifikasinya kepada media, Kepala Puskesmas Pamantauan membenarkan bahwa MR memang mengalami penyakit kekurangan darah. Namun, menurutnya, proses penanganan masih dalam tahap koordinasi dan evaluasi kondisi pasien. Kepala Puskesmas Pamantauan juga mengakui bahwa idealnya pasien yang berada di bawah tanggung jawab Puskesmas Pamantauan harus segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.
“Sebagai kepala Puskesmas Pamantauan, saya bertanggung jawab atas kesehatan pasien di wilayah ini. Namun ada prosedur yang harus kami ikuti, dan kami sedang berupaya memastikan penanganan yang tepat bagi pasien MR,” jelas Kapus Pamantauan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Pulau Kalmas, khususnya terkait akses layanan kesehatan yang dinilai masih minim dan kurang responsif terhadap kebutuhan pasien. Warga berharap agar pihak Puskesmas Pamantauan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta mempercepat proses penanganan bagi pasien yang membutuhkan.
Kasus ini juga menjadi sorotan penting mengenai keberadaan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan yang sering menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan yang cepat dan efektif. Para pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan tidak ada pasien yang terabaikan dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah terpencil seperti Pulau Kalmas.
Begitu Team Investigasi adakan kunjungan di kediaman pribadinya, kapus Pamantauan Ancha mengatakan, kami lakukan pengecekan ke lokasi pasien namun sang pasien tidak mau di periksa kalau bukan di rumahnya, tapi karena melalui sesuai perosedur atau peraturan dari pemerintahan, pasien tidak bisa di periksa kalau dirumah, harus di puskesmas. “Ucap Ancha.
” Sesuai peraturan pemerintahan pasien harus di bawah ke puskesmas dan di periksa langsung sesuai apa keluhannya. Tutupnya.
Redaksi: MIN












