Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan lanjutan, khususnya bagi pasien gagal ginjal, RSUD Bayung Lencir akan segera menghadirkan layanan cuci darah (hemodialisa). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk keseriusan dalam penyelenggaraan layanan tersebut dilakukan dengan PT Interskala di ruang direktur RSUD Bayung Lencir pada hari Rabu, 28 Januari 2026.
Hadir dari PT Interskala adalah Direktur Utama Bapak Rendika Pratama, didampingi Direktur Divisi Hemodialisa Bapak Tommy Yusriza dan Rendi sebagai Executive Sales Area Sumatera Selatan. Sementara dari pihak RSUD Bayung Lencir, kegiatan dihadiri oleh Direktur dr. Diyanti Novitasari, MARS, beserta jajaran termasuk Kepala Bagian Tata Usaha Ns. Andrian, S.Kep., MM; Kepala Bidang Pelayanan dr. Hedi Mulyadora, MKM; Plt Kepala Bidang Keuangan Evo Ari Fatma, S.Farm; serta Ketua KSO M. Daniel Pharsy dan tim.
Selain penandatanganan MoU, kedua pihak juga membahas rencana peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan dan pelatihan bagi perawat khusus hemodialisa serta dokter direncanakan akan dilaksanakan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama lima bulan.
Gedung layanan hemodialisa sudah siap digunakan, namun akan dilakukan penyekatan ruangan serta penambahan fasilitas dan aksesoris pendukung untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan privasi pasien serta keluarga pendamping.
Direktur RSUD Bayung Lencir dr. Diyanti Novitasari, MARS menyampaikan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. “RSUD Bayung Lencir akan terus menambah jenis layanan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, soft opening layanan hemodialisa ditargetkan berlangsung pada periode Mei hingga Juni 2026, sehingga masyarakat Bayung Lencir dan sekitarnya dapat mengakses layanan cuci darah tanpa perlu dirujuk ke luar daerah.












