Liputan KPK. com~ Kepahiang–Bengkulu. Miris rasanya jika suatu daerah masih ada jalan yang belum pernah dan tidak tersentuh ada nya perbaikan.
Dari masa kemasa hingga silih bergantinya para petinggi pemerintahan tetap saja belum ada perubahan jalan di desa embong sido,Kecamatan Bermani ilir, Kabupaten Kepahiang,Provinsi Bengkulu. Senin ( 12 / 05 / 2025 ) 14 : 03 wib.
Akses jalan adalah sarana prioritas yang sangat di butuhkan masyarakat, dimana jalan yang baik tentunya dapat berdampak pada sebuah perubahan yang lebih baik,Tepatnya di desa embong sido telah lama menantikan adanya perubahan dan perbaikan jalan,Sudah lebih dari 10 tahun penantian yang seakan tiada pernah ada akhirnya, mungkin hingga kiamat datang.
Padahal jalan Ini merupakan akses jalan satu-satunya jalan desa yang mereka cintai ,Warga setempat mengeluh, mengadu entah harus kemana dan kepada siapa,Keluhannya seakan tiada berujung, karena sampai detik ini tidak ada yang mendengar, ungkap warga.

Saya masih ingat,sekitar di tahun 2000 , jalan ini dibangun dan sampai hari ini belum ada perhatian,Apalagi perbaikan dari ,pemerintah khususnya kabupaten kepahiang, “keluh warga setempat, Senin (12/05/2025)
Menurut informasi, dari pihak desa sudah mengajukan permohonan kepada dinas terkait, Namun kenyataannya belum ada kabar kelanjutan nya hingga saat ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, jalan sepanjang ini rusak parah dan tidak pernah ada perhatian dari pemerintah terkait, bahkan sepertinya selalu disepelekan. Kasihan anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah dan juga masyarakat yang aktip melintas jalan ini merasa kesulitan jika hujan,Pada saat pagi sebelum berangkat atau saat siang menuju pulang ke rumah, jalan becek dan licin.
Dari ke 3 desa lainnya, semua jalannya sudah bagus. Tapi, betapa malangnya desa kami yang terletak diantara ke 3 desa tersebut malah dilewati begitu saja, bagaimana kami tidak mempertanyakan hal itu, tambah warga.
Pihak desa sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan dijanjikan tahun 2017 jalan akan dibangun, kenyataannya, janji hanya janji,Sekarang sudah tahun 2025, dimana pembangunan sudah terlihat menyeluruh, bahkan daerah terpencil sekalipun jalannya mulus, sekarang tinggal desa kami kapan ya, ” ujar ibu-ibu merasa iri lihat kampung lainnya.
Penulis ~ (A Perlis)












