OPINI PUBLIK| Rest Area Aegela: Wajah Ramah Nagekeo yang Butuh Sentuhan Serius

Foto: Agustinus Bebi Daga, S.IP
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Oleh: Agustinus Bebi Daga

Bali, liputankpk.com

Saya lahir dan dibesarkan di Aegela, Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro. Di sudut kecil wilayah ini, berdiri sebuah titik istirahat sederhana bernama Rest Area Aegela—tempat yang selama ini menjadi saksi aktivitas ekonomi kecil masyarakat desa.

Di lokasi ini, para warga lokal dengan semangat berdikari menjual jajanan khas seperti jagung muda rebus, kacang goreng hangat, hingga telur rebus tradisional. Meski sederhana, panganan ini bukan sekadar camilan. Ia adalah bukti bahwa masyarakat desa mampu menciptakan nilai ekonomi dari potensi yang ada di sekitar mereka.

Namun, di tengah semangat itu, saya melihat hal yang mengkhawatirkan: kondisi rest area yang tidak terawat, fasilitas seadanya, dan tidak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah.

Stand jualan yang ada masih bersifat darurat, tanpa perlindungan dari panas dan hujan, tanpa tempat duduk yang layak, dan bahkan minim pencahayaan di malam hari. Padahal, secara lokasi, Rest Area Aegela berada di jalur strategis dan berpotensi menjadi simpul ekonomi mikro sekaligus destinasi singgah wisata kuliner berbasis desa.

Harapan dan Usulan

Saya ingin menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah Daerah Nagekeo, khususnya Dinas Pariwisata dan UMKM:

1. Renovasi dan standarisasi stand jualan, agar tampil rapi, bersih, dan memikat.

2. Penyediaan fasilitas dasar, seperti tempat duduk, papan nama yang informatif, atap peneduh, serta lampu penerangan.

3. Pelatihan sederhana untuk pelaku UMKM, agar mereka memahami teknik kemasan, pelayanan, dan kebersihan yang sesuai standar.

Kita tidak bisa berharap kemajuan datang hanya dari proyek-proyek besar. Terkadang, ruang kecil seperti Rest Area Aegela justru menjadi wajah pertama yang dilihat para pelintas atau wisatawan ketika memasuki wilayah Nagekeo. Inilah wajah yang seharusnya merepresentasikan keramahan, kerapian, dan semangat masyarakatnya.

Saya percaya bahwa perhatian kecil dari pemerintah akan melahirkan dampak besar bagi masyarakat. Bukan hanya dari segi ekonomi, tapi juga dari sisi kebanggaan sebagai warga lokal yang dihargai usahanya.

Rest Area Aegela hanyalah satu contoh. Tapi ia mencerminkan masalah yang lebih besar: kurangnya perhatian pada potensi ekonomi lokal yang tumbuh dari bawah.

Semoga ke depan, pembangunan di Nagekeo tidak hanya terfokus pada proyek monumental, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata masyarakat di titik-titik kecil seperti ini.

#RestAreaAegela #UMKMDesaBangkit #NagekeoUntukRakyat

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *