Patung Datu Panglima Utar di Pelabuhan Kumai Dinilai Kurang Terawat, Tokoh Masyarakat Minta Perhatian Pengelola

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kotawaringin Barat, Kalteng || liputankpk.com – Sejumlah tokoh masyarakat Kumai menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Patung Datu Panglima Utar yang berada di kawasan Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Patung tersebut merupakan simbol penghormatan kepada pahlawan pejuang Kumai tahun 1946.

Keprihatinan itu disampaikan salah satu perwakilan keluarga keturunan pejuang, As, pada Minggu (15/2/2026). Ia menilai kondisi monumen dan penataan kawasan sekitar pelabuhan belum mencerminkan penghargaan yang layak terhadap jasa pahlawan daerah.

“Sebagai anak cucu pejuang, kami merasa prihatin melihat kondisi patung Datu Panglima Utar yang menurut kami kurang mendapat perhatian. Padahal nama beliau digunakan sebagai nama pelabuhan,” ujar As.

Pelabuhan Panglima Utar merupakan salah satu pelabuhan strategis di Kalimantan Tengah yang melayani pelayaran antarpulau maupun kunjungan kapal internasional, termasuk kapal pesiar wisata. Dengan aktivitas tersebut, masyarakat berharap pengelolaan kawasan pelabuhan, termasuk fasilitas penunjang dan monumen bersejarah, dapat ditata lebih baik.

As juga menyoroti penataan trotoar dan area sekitar pelabuhan yang dinilai perlu pembenahan. Ia berharap pengelola pelabuhan dapat memberikan perhatian khusus terhadap perawatan simbol perjuangan tersebut.

“Kami berharap ada perhatian serius terhadap monumen ini, karena beliau adalah simbol perjuangan masyarakat Kumai. Jangan sampai hanya namanya saja yang digunakan, tetapi nilai sejarahnya kurang dijaga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong adanya transparansi dan optimalisasi pengelolaan pelabuhan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Pelabuhan Panglima Utar dan operator terminal terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait perawatan fasilitas dan monumen di kawasan pelabuhan tersebut.

Sebagai informasi, Datu Panglima Utar dikenal sebagai tokoh pejuang Kumai dalam peristiwa perjuangan tahun 1946. Namanya diabadikan sebagai nama pelabuhan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya bagi daerah dan bangsa.

Laporan: Misran

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *