Pengunjung Water Park via Hotel Kecewa, Lemahnya Pengawasan Kolam Renang Disorot

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

https//www.liputankpk.com//tapteng– Sejumlah pengunjung water park yang berada di salah satu hotel via ternama di Kota pandan kabupaten tapanuli tengah mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap lemahnya pengawasan di area kolam renang. Keluhan ini mencuat setelah para pengunjung menilai minimnya petugas penjaga kolam (lifeguard) serta kurangnya pengawasan terhadap pengunjung, khususnya anak-anak dan pengguna kolam dewasa.

Menurut keterangan beberapa pengunjung, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat kolam ramai dikunjungi pada akhir pekan dan hari libur. Salah seorang pengunjung, R (35), mengatakan bahwa ia tidak melihat petugas pengawas kolam yang siaga secara aktif saat anak-anak bermain di area yang cukup dalam.
“Kolamnya cukup ramai, tapi pengawasan sangat minim. Anak-anak bebas berenang tanpa ada himbaun khusus pada para pengunjung. Ini sangat berisiko,” ujarnya, Minggu (25/01/2026).tutur salah satu pengunjung

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, S (45), yang datang bersama keluarga. Ia mengaku khawatir karena tidak adanya teguran atau pengaturan dari pihak pengelola ketika anak-anak terlihat bermain di kolam dengan kedalaman di atas batas usia mereka.

“Seharusnya ada petugas yang mengawasi dan memberi peringatan. Jangan menunggu kejadian baru bertindak,” katanya.

Selain pengawasan yang dinilai lemah, pengunjung juga menyoroti kurangnya pantauan peringatan lisan disekitar kolam, antara area anak dan dewasa, serta minimnya informasi keselamatan yang disampaikan kepada pengunjung.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan air, termasuk risiko tenggelam.

Pengelolaan water park yang berada di bawah naungan hotel seharusnya, menurut pengunjung, memiliki standar keselamatan yang lebih tinggi. Fasilitas wisata air tidak hanya mengutamakan kenyamanan dan hiburan, tetapi juga wajib menjamin keamanan seluruh pengunjung tanpa terkecuali.

“Hotel harus bertanggung jawab penuh. Water park bukan sekadar fasilitas tambahan, tapi area berisiko tinggi jika tidak diawasi dengan baik,” tegas seorang pengunjung lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen hotel belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pengunjung tersebut. Namun, masyarakat berharap agar pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh, menambah jumlah petugas lifeguard, memperjelas pembagian area kolam, serta meningkatkan pengawasan demi keselamatan bersama.

Pengunjung juga meminta agar dinas terkait turun tangan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin terhadap standar keselamatan water park dan kolam renang hotel. Langkah ini dinilai penting agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah sejak dini.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata air, keselamatan pengunjung menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Pengelola diharapkan tidak mengabaikan aspek pengawasan demi menjaga kepercayaan dan keamanan publik.

Tim: media liputan kpk

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *