Pekalongan, Jawa Tengah: liputankpk — Seorang peserta BPJS Kesehatan asal Jawa Timur berinisial Mamat mengaku mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Pekalongan.
Mamat yang tengah melakukan perjalanan silaturahmi ke Pekalongan mengaku merasa kurang sehat setibanya di kota tersebut. Karena kondisi tubuh yang menurun dan membutuhkan istirahat sebelum kembali bekerja, ia berinisiatif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan setempat.
Namun, menurut pengakuannya, pada siang hari ia sempat ditolak di puskesmas terdekat dengan alasan pelayanan akan segera tutup, dan diarahkan ke puskesmas lain yang jaraknya lebih jauh. Dengan kondisi fisik yang kurang fit dan keterbatasan biaya, Mamat tetap berusaha berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju fasilitas kesehatan yang dimaksud.
Setibanya di lokasi, ia kembali menghadapi kendala saat proses pendaftaran. Ia mengaku diminta membayar biaya administrasi sebesar Rp15.000. Karena tidak memiliki uang tunai, ia sempat menawarkan pembayaran non-tunai, namun belum dapat dilayani. Ia kemudian diarahkan untuk mengambil uang di ATM yang jaraknya cukup jauh.
“Dalam kondisi tidak enak badan, saya tetap berusaha memenuhi prosedur yang diminta. Namun karena keterbatasan, saya berharap ada kebijakan yang lebih memudahkan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan komunikasi lebih lanjut, Mamat akhirnya tetap mendapatkan pelayanan tanpa dikenakan biaya. Namun, ia menyampaikan bahwa dirinya hanya diberikan obat tanpa surat keterangan istirahat, dengan alasan kondisi yang dinilai tidak memerlukan. dan kabarnya sudah banyak kejadian seperti ini utamanya bagi yang ingin silaturahim dan menghadiri penganji bulanan di kota pekalongan
Peristiwa ini menjadi perhatian karena peserta BPJS Kesehatan pada prinsipnya berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk kemudahan akses di fasilitas kesehatan tingkat pertama, terlebih dalam kondisi darurat atau keterbatasan.
Sejumlah pihak menilai, kejadian seperti ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola puskesmas dan instansi terkait agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal, humanis, dan responsif terhadap kondisi pasien.
Peningkatan sistem pelayanan, termasuk fleksibilitas pembayaran, kejelasan informasi prosedur, serta empati petugas terhadap kondisi pasien, dinilai penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas terkait kronologi kejadian tersebut. Diharapkan, ke depan akan ada klarifikasi sekaligus pembenahan sistem pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Penulis : Amin
Editor : AdiW












