Jateng, liputankpk.com – Sebanyak 30 personil anggota Kepolisian Polda Jawa Tengah diterjunkan dalam kegiatan yang berlangsung di Gereja Katolik Atanasius Agung, Jalan Dr. Wahidin, Semarang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Subbagian Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bit TIK) Polda Jawa Tengah dengan dukungan dari berbagai elemen pengamanan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Romo Beny Bambang, PR, bersama Iptu Dedi Mulyana dari satuan Patroli Jalan Raya (PJR). Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara di gereja berjalan lancar, aman, dan tertib. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kebersihan di lingkungan Gereja.
Dalam kegiatan ini, pihak Polda Jawa Tengah juga memberikan beberapa bingkisan yang diserahkan kepada pihak Gereja. Masyarakat sekitar gereja merasa senang, selain gereja tampak bersih, mereka juga bisa bersinergi dengan pihak Kepolisian, saling bertukar pendapat (ngobrol santai).
Masyarakat sekitar gereja berterima kasih kepada semua anggota Kepolisian Polda Jawa Tengah yang hadir dalam kegiatan bersih-bersih Gereja. “Masyarakat berharap kegiatan bersih-bersih Gereja bisa berjalan terus. Selain Gereja tampak bersih, juga masyarakat yang beribadah akan merasa aman dan nyaman. Terasa benar Polri yang humanis dan Polri untuk masyarakat,” ungkap salah satu umat yang hadir.
Romo Beny menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara gereja, kepolisian, dan masyarakat. “Ia mengapresiasi kehadiran aparat dalam memberikan rasa aman bagi umat yang hadir dalam ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Iptu Dedi Mulyana menambahkan bahwa tim PJR fokus pada pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, guna mengantisipasi kemacetan dan menjamin keselamatan semua pengguna jalan. “Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam pelayanan publik, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Semarang,” pungkasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Kepolisian Polda Jawa Tengah tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli dengan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Dengan demikian, kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan antara Kepolisian dan masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Penulis: Johanes Kris












