Kalbar,Sambas, LiputanKPK.com – Praktik penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih marak terjadi, kali ini diungkap dari wilayah Sungai Pinang, Kabupaten Sambas. Berdasarkan hasil investigasi tim Grow Media Indonesia, ditemukan aktivitas mencurigakan pada hari Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB, di SPBU 64.794.07, di mana sebuah mobil pribadi tertutup diduga melakukan pengisian solar bersubsidi dalam jumlah besar.

Kendaraan dengan nomor polisi KB-XXX-XX, yang tampak seperti kendaraan pribadi dan bukan angkutan umum atau logistik resmi, terlihat tengah melakukan pengisian solar. Dalam dokumentasi yang berhasil dihimpun, pengisian tidak dilakukan oleh petugas berseragam resmi SPBU, melainkan oleh individu berpakaian bebas, memperkuat dugaan adanya praktik ilegal yang melibatkan oknum luar dan dalam.
Modus Lama, Pola Baru
Modus ini bukan hal baru, namun penggunaan kendaraan pribadi yang tidak terdeteksi sistem subsidi BBM berbasis MyPertamina menjadi cara pelaku mengelabui pengawasan. Narasumber kami yang berada di lokasi menyebutkan bahwa mobil tersebut kerap terlihat mengisi bahan bakar secara berulang dalam satu hari.
“Biasanya mereka datang tidak sekali. Mobil yang sama bisa keliling dan kembali lagi sore atau malam, tapi tetap tidak terlihat ada petugas SPBU yang melarang,” ujar seorang warga yang mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan.
Potensi Kerugian Negara
Solar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat dengan sektor usaha tertentu seperti nelayan, petani, dan transportasi umum. Ketika distribusi diselewengkan untuk kepentingan pribadi atau bahkan industri, negara mengalami kerugian besar, dan masyarakat kecil kehilangan haknya.
Menurut pengamat kebijakan energi Kalbar, praktik seperti ini adalah bagian dari rantai distribusi ilegal BBM subsidi. “Bila tidak segera ditindak, Sambas bisa menjadi ladang subur mafia BBM. Ini bukan hanya pelanggaran etika, tapi juga kejahatan ekonomi,” katanya.
Dugaan ini menjadi perhatian serius. Masyarakat meminta agar Polres Sambas, BPH Migas, dan Pertamina Wilayah Kalbar segera melakukan sidak dan investigasi langsung di lapangan. Diperlukan pengawasan intensif di SPBU wilayah perbatasan dan pedalaman yang rentan dijadikan celah penyalahgunaan distribusi subsidi.
Pengisian solar subsidi menggunakan mobil pribadi tertutup di SPBU 64.794.07 Sambas harus menjadi alarm bagi aparat. Investigasi dan tindakan tegas diperlukan demi menjaga keadilan distribusi BBM bersubsidi di Kalimantan Barat.(Kzn/jnd)












