Stop Keruk Sungai! Polres Nagan Raya &

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

NAGAN RAYA – Liputankpk.com

Ancaman kerusakan lingkungan akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi perhatian serius aparat keamanan di Aceh. Untuk mencegah hal tersebut, Unit Opsnal Satreskrim Polres Nagan Raya bergandengan tangan dengan Babinsa Koramil 04/Beutong dan Bhabinkamtibmas Polsek Beutong menggelar aksi nyata pemasangan spanduk imbauan anti-PETI, Selasa (2/6/2026).

 

Aksi preventif ini menyasar tiga titik strategis di Kecamatan Beutong, yakni Desa Pante Ara, Desa Rambong, dan Desa Panton Bayam. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini bukan sekadar tempel-tempel spanduk, melainkan pesan keras kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.

Sungai Bukan Tempat Mencari Emas Sembarangan
Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa aktivitas PETI memiliki dampak destruktif jangka panjang.

“Kami ingin masyarakat paham, mengejar keuntungan sesaat dengan merusak ekosistem sungai adalah kerugian besar bagi anak cucu nanti. Sungai di Beutong adalah potensi wisata dan sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan limbah merkuri,” tegas Rizal.

Spanduk-spanduk yang dipasang berisi himbauan tegas larangan melakukan penambangan ilegal, serta edukasi tentang bahaya pencemaran air dan kerusakan tanah akibat bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam PETI.

Sinergi TNI-Polri untuk Alam Lestari
Kolaborasi antara Polri dan TNI dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas PETI. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan juga bertujuan untuk mendekatkan diri dengan warga, sekaligus menggalang dukungan komunitas lokal untuk saling mengawasi.

“Kami berharap dengan adanya imbauan visual ini, kesadaran masyarakat akan tumbuh. Mari kita jaga Beutong tetap hijau dan sungainya tetap jernih,” tambah Rizal.

Hingga selesai kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif. Warga setempat juga terlihat antusias dan mendukung penuh upaya aparatur dalam melindungi lingkungan mereka dari ancaman kerusakan akibat tambang ilegal.

(Warianto)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *