Aceh Singkil, | Liputankpk.com ~ Simpang Kanan | Suasana haru menyelimuti upacara pemakaman militer seorang prajurit Kodim 0109/Aceh Singkil Almarhum Serda Dedi Kamto yang meninggal di RS Putri Hijau Medan, ketika Dandim 0109/Aceh Singkil bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) dalam prosesi penghormatan terakhir, Rabu(20/8/2025).
Dengan penuh khidmat, pasukan upacara berdiri tegak, senjata di bahu, dan derap langkah teratur mengiringi jenazah prajurit yang dibalut bendera Merah Putih menuju peristirahatan terakhirnya di Pemakaman umum Desa Pertabas Kecamatan Simpang Kanan. Dentuman salvo sebagai penghormatan terakhir terdengar menggema, menambah suasana menggetarkan hati setiap yang hadir.
Dalam amanatnya, Dandim 0109/Aceh Singkil Letkol Inf Moh Mulyono, S.I.P., menyampaikan bahwa kepergian almarhum bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi TNI AD khusunya Kodim 0109/Aceh Singkil dan bangsa Indonesia. Bila selama hahyatnya almarhum, ada kata kata yang menyinggung perasaan ataupun tingkah laku yang tidak sesuai dengan adat kebiasaan dimana almarhum berdinas, Dengan segala kerendahan hati mohon di maafkan. Demikian pula apabila ada hutang piutang almarhum, dapat berhubungan langsung dengan keluarga almarhum.
Dan kepada keluarga yang di tinggalkan kami harapkan kesabaran dan ketabahan dalam menerima musibah ini. Serahkan semuanya kepada Allah dan tawakal kepada Allah, semoga jiwa dan hati kita menjadi aman dan tenteram. Akhirnya marilah kita doakan kehadiran Allah SWT semoga Allah dapat mengampuni segala dosa dosanya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah sesuai amal perbuatannya.
“Almarhum telah menunjukkan pengabdian dan loyalitas tanpa pamrih demi kejayaan bangsa dan negara. Kehormatan ini menjadi bukti bahwa pengorbanan prajurit tidak akan pernah dilupakan,” tegasnya.
Tangis keluarga, sahabat, serta rekan seangkatan pecah saat jenazah Almarhum Serda Dedi Kamto diturunkan ke liang lahat. Upacara militer yang berlangsung penuh khidmat itu menjadi simbol penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengabdian seorang prajurit kepada tanah air.
Meski duka mendalam menyelimuti, namun kebanggaan atas dedikasi almarhum tetap terpancar. Semangat juang dan pengorbanannya akan selalu menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI maupun generasi penerus bangsa.[]












