Bitung, liputankpk.Com — Kota Bitung, Sulawesi Utara, diterjang bencana alam pada Minggu, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 15.00 WITA. Curah hujan yang deras dan angin kencang menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik lokasi, termasuk di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa.
Bencana alam ini menimpa beberapa rumah warga dan tempat ibadah. Tanah longsor terjadi di rumah warga dan tempat ibadah, sementara banjir menggenangi beberapa rumah warga dan Asrama Aru 1 Batalion Marinir.
Salah satu rumah yang terdampak tanah longsor adalah rumah milik Tasid Jawa – Tatuli di Kelurahan Bitung Barat Dua, Lingkungan IV, RT 02. Kerugian material akibat longsor diperkirakan mencapai Rp 50.000.000. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Selain rumah warga, tempat ibadah juga terkena dampak bencana. Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Jemaat Api Kemuliaan Bitung di Kelurahan Bitung Barat Dua, Lingkungan IV, RT 02, mengalami kerugian material sekitar Rp 10.000.000. Seorang anak berusia 4 tahun, Debora Tampilang, mengalami luka benturan lecet di badan bagian belakang.
Banjir juga menggenangi beberapa rumah warga dan Asrama Aru 1 Batalion Marinir. Beberapa alat elektronik rusak akibat banjir, namun tidak ada korban luka maupun korban meninggal.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitung Barat Dua, Aipda Y. Djunaidi Djudju, merespons cepat terhadap bencana ini. Ia turun ke lokasi kejadian untuk membantu warga dan mendata identitas warga yang terdampak bencana.
Aipda Y. Djunaidi Djudju juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah kelurahan dan perangkat setempat untuk mencari solusi penyekatan air yang meluap di jalan yang merusak beberapa fasilitas umum. Ia membantu warga mencari solusi dan mendokumentasikan kegiatan Bhabinkamtibmas dan warga.
Kegiatan Bhabinkamtibmas berakhir pada pukul 18.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Aipda Y. Djunaidi Djudju akan terus memantau situasi dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan.












