BITUNG – Breaking-news Liputankpk.com — Semangat pelestarian budaya pesisir dan penguatan persatuan maritim mewarnai pembukaan Festival Budaya “Lembut Badaseng” yang dilaksanakan di Kelurahan Binuang, Lingkungan II RT 05, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Jumat 15 Mei 2026. Kegiatan budaya masyarakat pesisir tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan lintas agama, suku, dan etnis sebagai simbol kebangkitan budaya lokal di wilayah pesisir Kota Bitung.
Pembukaan festival dihadiri Komandan
Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr. Opsla. Yang mewakili komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr. Hanla., CRMP, Hadir pula Camat Aertembaga Stenly R. Tatipang, S.Sos, serta disambut langsung oleh Camat Lembeh Utara Yekonia Nanangko bersama unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur TNI AL Satrol Kodaeral VIII Bitung, perangkat lingkungan, panitia festival, serta masyarakat pesisir Kecamatan Lembeh Utara. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan luas terhadap pelestarian budaya lokal.
Festival budaya tersebut menjadi wadah pelestarian budaya lokal masyarakat pesisir sekaligus mempererat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat maritim Kota Bitung. Berbagai pertunjukan budaya dan tradisi lokal turut ditampilkan sebagai bentuk komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan modernisasi.
Camat Lembeh Utara Yekonia Nanangko mengatakan Festival “Lembut Badaseng” lahir dari semangat masyarakat dalam menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut berawal dari ide sederhana masyarakat yang ingin menjadikan budaya sebagai perekat kehidupan sosial dan persatuan masyarakat pesisir.
“Semua ini berawal dari angan-angan masyarakat. Banyak yang menganggap kegiatan ini terlalu besar dan mustahil karena tidak memiliki dukungan anggaran. Namun kami percaya budaya harus tetap hidup dan terus diperjuangkan,” ujar Nanangko.
Ia menegaskan pelaksanaan festival budaya tersebut merujuk pada amanat UUD 1945 Pasal 32 tentang kebudayaan serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi itu mendorong pelestarian tradisi lokal melalui seni, budaya, dan aktivitas masyarakat pesisir.
Komandan Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi yang mewakili
Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya pesisir. Menurutnya, festival budaya seperti ini tidak hanya menjaga tradisi lokal tetap hidup, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap identitas bangsa maritim Indonesia.
Ia menegaskan kehadiran TNI Angkatan Laut melalui Satrol Kodaeral VIII merupakan bentuk komitmen menjaga hubungan harmonis antara prajurit Jalasena dengan masyarakat pesisir. Festival “Lembut Badaseng” yang dirangkaikan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 berlangsung aman, meriah, dan penuh semangat persatuan, menjadi bukti nyata bahwa budaya pesisir merupakan fondasi penting dalam memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa maritim. Jalesveva Jayamahe. Di Laut Kita Jaya. Tutupnya,” komandan Marvill marfel












