Mbay, Nagekeo | Delikkasus86.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nagekeo mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo untuk segera mengambil langkah tegas dalam mengendalikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Lonjakan harga yang terus terjadi dinilai semakin menekan masyarakat, terutama kelompok rentan, dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Menurut GMNI, fluktuasi harga BBM global berimbas langsung pada perekonomian lokal, khususnya di Nagekeo yang sangat bergantung pada transportasi dan distribusi barang. Kenaikan harga BBM otomatis mendorong naiknya harga sembako di pasaran.
Ketua GMNI Nagekeo, Dominikus Seke, menegaskan masyarakat tidak bisa terus menunggu di tengah tekanan ekonomi.
“Rakyat Nagekeo tidak bisa menunggu lebih lama. Pemda harus bertindak cepat agar masyarakat tidak terus menanggung beban berat akibat kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok. GMNI siap menjadi mitra pengawas agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris GMNI Nagekeo, Inosensius Bhia Wea, menekankan pentingnya langkah transparan dan kolaboratif.
“Kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat. Pemda harus transparan, proaktif, dan melibatkan semua pihak. Stabilitas ekonomi harus dijaga agar tidak berkembang menjadi keresahan sosial yang lebih luas,” ujarnya.
GMNI Nagekeo memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemda, di antaranya:
- Pengendalian harga BBM dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan pihak terkait agar tetap terjangkau masyarakat.
- Mekanisme subsidi atau kompensasi bagi kelompok rentan sehingga akses BBM tetap terjaga.
- Pengawasan distribusi BBM untuk mencegah spekulasi dan penimbunan yang berpotensi memicu lonjakan harga.
- Stabilisasi harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar, pengaturan distribusi, serta kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
- Kerja sama multi-pihak yang melibatkan masyarakat, pengusaha, hingga lembaga adat untuk merumuskan solusi bersama.
- Antisipasi potensi konflik sosial akibat tekanan ekonomi dengan menyiapkan langkah preventif di tingkat daerah.
GMNI menilai, lambannya respons Pemda dapat memperburuk krisis dan memicu gejolak di tengah masyarakat. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa tersebut menekankan perlunya tindakan cepat, terukur, dan berpihak pada rakyat.
“Dengan langkah strategis dan kepedulian pemerintah, Nagekeo pasti mampu menghadapi tantangan ini. Masyarakat berhak hidup lebih tenang dan produktif, meski berada di tengah tekanan krisis BBM global,” pungkas GMNI dalam pernyataan resminya.
Reporter: Gusti Bebi Daga












