iBU dan anak di ancam pakai pisau dan parang, di perum lintas matungkas, kini di lapor kan ke Polsek dimembe.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputan KPK.com, Robert.

Minut,( Minahasa utara ), kejadian waktu di perumahan griya matungkas, ibu dan anak semntra bekerja tiba tiba pukul 11 : 00 datang seorang bapak bapak, ( kakak pelaku ) langsung membentak ke ibu dan anak serta mengeluarkan suara keras.

Si ibu  langsung berkata pak ada apa tiba tiba sampe kong ba suara keras, langsung di jawab kakak pelaku, ngoni datang di rumah pa kita pe kemanakan kong cuma Kase 50 ribu for berobat, kata si ibu pak sama Skali kita nda tau apa apa kong sampe BPK langsung marah marah serta bilang ada Kase 50 ribu, si Kakak pelaku langsung berkata kalau nda datang sore di rumah somo KA kantor polisi.

Ibu dan anak langsung berkata silakan pak lapor Jo ke kantor polisi, kakak pelaku langsung berkata nanti Lia ngoni kalau tidak datang apa Jo mo terjadi.

Si ibu langsung telepon ke mantan suami, dan bilang soal itu 50 puluh ribu,tiba tiba datang kakak korban langsung permasalahkan tentang 50 ribu yang dikasih ke Oma dari Selin.

Si mantan dari ibu ini berkata soal 50 ribu, itu dikasih for si Oma Selin karna so Lat ada Bagun Tambah lagi kurang sehat jadi for tambah tambah beli obat.

Di karna buat janji dengan si kakak pelaku ( Lucki ), sore hari si ibu bersama anak nya pergi ke rumah kakak pelaku, sesampai di rumah tiba tiba si pelaku ( Lucki ) adik dari kakak yang memanggil ibu dan anak, datang marah marah  , dan membuat rusuh ( mabuk ),

tidak kontrol kata kata yang di ucap serta mengancam ibu dan anak memakai barang tajam berupa, piso dan peda, serta si ibu berkat pakai rok saja kong baku lepas, serta anak dari ibu juga berkata Torang datang di sini ngana pe kakak yang pangge kong ini ngana mo ancam Deng piso serta peda, kakak pelaku juga sempat berkata pulang Jo ngoni kong tanggung jawab arti nya ( bayar).

Membawa atau menggunakan pisau di luar peruntukan yang sah merupakan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Pukul sore ibu dan anak telepon ke mantan, dan menuju ke Polsek dimembe, sesampai nya di kantor polisi dimembe si kakak pelaku ( Lucki ) sudah berada di kantor polisi untuk melapor kan si ibu dan anak,,,,,belom sempat melapor si ibu dan anak serta mantan si ibu datang di SPKT untuk melaporkan kejadian serta di kawal oleh wartawan Liputan KPK com.

Si kakak pelaku, kaget liat ibu dan anak sampai di kantor polisi kcmtn di membe, serta membuat laporan tentang pengancaman pakai barang tajam, si kakak pelaku langsung berkata  ibu minta maaf Jo so salah, tapi si ibu akan melanjut kan proses sesuai hukum yang berlaku dan di kawal bersama wartawan Liputan KPK.com, sulut, Robert.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *