Pekanbaru, LipitanKPK.com|Banjir yang terus berulang di ruas Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Siak IV, Kota Pekanbaru, kembali memantik sorotan publik. Setiap hujan deras disertai pasang Sungai Siak, jalur vital penghubung Rumbai–Pusat Kota Pekanbaru itu berubah menjadi genangan luas yang menghambat mobilitas ribuan kendaraan setiap harinya.
Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut genangan air telah menjadi “Ritual Musiman” yang berulang dari tahun ke tahun, memicu kemacetan panjang, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, hingga mempercepat kerusakan badan jalan. Aspal yang terendam dalam waktu lama kini tampak berlubang dan bergelombang, membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
“Setiap musim hujan kami harus memutar jauh atau menunggu air surut. Jalan ini saya lintasi setiap hari, kecelakaan sering terjadi, bahkan sudah ada korban jiwa, ”ujar Ajis, salah seorang pengendara, Minggu (4/1/2026)
Pemutar Video
00:00
00:49
.Warga menilai hingga kini belum terlihat solusi permanen dari Pemerintah Provinsi Riau, meski Jalan Sudirman merupakan jalan protokol sekaligus jalan provinsi yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.
“Sepanjang Sudirman Siak IV hampir tidak memiliki sistem drainase yang memadai. Inilah penyebab banjir terus berulang. Kami berharap Plt Gubernur Riau, Bapak SF Hariyanto, turun langsung meninjau dan menuntaskan persoalan ini. Jangan sampai dibiarkan karena ini jalur strategis, ”tegas Ajis.
Warga mendesak Pemprov Riau segera melakukan langkah teknis terukur, mulai dari normalisasi dan pembangunan drainase, penguatan tanggul, hingga peninggian badan jalan di titik-titik rawan genangan, terutama saat curah hujan tinggi bertepatan dengan pasang Sungai Siak.
Sorotan serupa disampaikan Erianto, warga lainnya, yang menilai respons Pemprov Riau terkesan lamban. Ia menyinggung latar belakang Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang sebelumnya pernah menjabat di lingkungan Dinas PUPR.
“Dengan pengalaman beliau di PUPR, seharusnya lebih memahami kondisi teknis dan perencanaan jalan ini. Kalau sekarang terus banjir, berarti ada persoalan serius pada perencanaan awal dan kajian teknisnya. Ini patut dievaluasi secara terbuka, ”ujar Erianto.
Menurutnya, pembiaran berlarut terhadap kondisi Jalan Sudirman Siak IV berpotensi memperbesar kerugian sosial dan ekonomi masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Riau segera mengambil langkah cepat dan terukur agar kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan dapat dipulihkan.
“Jangan tunggu sampai korban bertambah. Jalan ini urat nadi kota dan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah provinsi, ”tutup Erianto.**/Andri












