Aceh Singkil | liputankpk.com ~ Koperasi Produksi Perjuangan Bersama (KPPB) Aceh Indonesia kembali membuktikan eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-IX Tahun Buku 2025. Perhelatan yang mengedepankan prinsip transparansi dan demokrasi ekonomi ini digelar secara khidmat di Kantor Pusat KPPB, Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, pada Rabu (28/01/2026).

Acara penting ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Gunung Meriah, pengurus, pengawas, serta seluruh anggota koperasi yang antusias mengikuti jalannya rapat.

Evaluasi Strategis dan Proyeksi Masa Depan
Sebagai forum kekuasaan tertinggi, RAT ke-IX ini tidak hanya menjadi ajang pelaporan rutin, tetapi fokus pada dua agenda krusial:
1. Evaluasi Kinerja Komprehensif:
Pemaparan detail mengenai capaian finansial, perkembangan unit usaha, hingga pemecahan masalah atas tantangan operasional setahun terakhir.
2. Penetapan RAPBK: Perumusan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi untuk tahun mendatang guna memastikan arah bisnis yang berkelanjutan.

Ketua KPPB, Sopyan, menegaskan bahwa RAT adalah momentum krusial untuk meningkatkan profesionalisme. “Kebersamaan adalah kunci. Kami mengajak seluruh anggota aktif mengawal arah gerak koperasi agar KPPB tetap mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Apresiasi Pemerintah: Koperasi Sebagai Pilar Kejujuran
Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi KPPB. Menurutnya, KPPB merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi dari, oleh, dan untuk rakyat.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan ruang belajar tentang kejujuran, disiplin, dan keadilan. Koperasi yang kuat adalah yang tertib organisasi, sehat secara usaha, dan solid secara internal,” tegas Hamzah dalam pidatonya.
Demokrasi dalam Diskusi
Suasana rapat berlangsung dinamis. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan anggota untuk memberikan kritik konstruktif serta saran inovatif bagi pengembangan unit usaha. Pendekatan demokratis ini menjamin setiap kebijakan yang diambil selaras dengan aspirasi kolektif seluruh anggota.
Dengan berakhirnya RAT ke-IX ini, KPPB Aceh Indonesia berkomitmen untuk terus bertransformasi, meningkatkan kinerja usaha, dan memperluas kontribusi positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Aceh Singkil melalui semangat gotong royong yang profesional.{*}












