Kabupaten Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Puluhan angkutan kota (angkot) memenuhi kawasan depan Kantor Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Deretan angkot yang terparkir di sekitar lokasi bukan sekadar sedang mencari penumpang atau ngetem. Para sopir angkot sengaja mendatangi kawasan tersebut untuk menggelar aksi unjuk rasa. Senin (10/08/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana reduksi jalur angkutan umum yang dinilai dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan pendapatan para sopir.
Puluhan kendaraan tampak berjejer memenuhi kawasan sekitar kantor kecamatan. Kehadiran angkot dalam jumlah banyak itu pun membuat ruas jalan di sekitar lokasi terlihat lebih padat dari biasanya.
Para sopir menilai, perubahan atau pengurangan jalur angkutan umum berpotensi mengurangi jumlah penumpang yang mereka layani. Kondisi tersebut dikhawatirkan berujung pada turunnya pendapatan harian.
Persoalan penataan dan rasionalisasi angkutan umum memang tengah menjadi perhatian di wilayah Bogor. Dokumen perencanaan transportasi Kabupaten Bogor juga mencantumkan pengembangan dan optimalisasi sistem angkutan umum, termasuk pengembangan angkutan massal di sejumlah koridor.
Sementara itu, rencana penataan angkutan umum juga telah berjalan di Kota Bogor, antara lain melalui pengurangan atau konversi sebagian armada angkot serta pencabutan izin kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan.
Di tengah kebijakan penataan tersebut, para sopir angkot di Ciomas berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi mereka sebelum menerapkan kebijakan reduksi jalur.
Mereka ingin keberadaan angkot tetap diperhitungkan sebagai bagian dari transportasi masyarakat sekaligus sumber mata pencaharian para pengemudi.
Hingga Senin siang, puluhan angkot masih terlihat memadati kawasan sekitar Kantor Kecamatan Ciomas. Aksi para sopir tersebut membuat suasana di sekitar lokasi menjadi lebih ramai dan arus kendaraan pun ikut terdampak.
Puluhan Angkot Kepung Kantor Kecamatan Ciomas, Sopir Demo Tolak Rencana Reduksi Jalur

───────────────────────────────────











