LiputankPK.com – Lingga, Kepulauan Riau || Kondisi mengkhawatirkan terjadi di Desa Berindat, Kabupaten Lingga. Sebuah tiang listrik milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) dilaporkan mengalami kemiringan ekstrem, diperkirakan lebih dari 70 derajat, dan kini berada dalam posisi rawan tumbang.
Dari pantauan warga, tiang tersebut tidak hanya menopang jaringan distribusi listrik, tetapi juga dibebani perangkat tambahan yang disebut sebagai starlifte. Beban ini diduga turut memperparah kondisi struktur, terlebih dengan pondasi yang terlihat retak dan berdiri di atas tanah gambut yang labil.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, mengingat posisi tiang kini condong ke arah permukiman warga.
“Ini sudah sangat berbahaya. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir akan ada kejadian yang tidak diinginkan,” ujar seorang warga yang juga mantan Ketua RT setempat.
Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya penanganan langsung di lokasi. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kecepatan respons dan pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara), khususnya unit pelayanan Dabo Singkep, segera melakukan langkah konkret sebelum kondisi semakin memburuk.
Secara teknis, kemiringan tiang listrik dengan sudut ekstrem berpotensi meningkatkan risiko:
- robohnya struktur tiang
- gangguan distribusi listrik
- potensi bahaya terhadap keselamatan warga
Apalagi jika dikombinasikan dengan faktor beban tambahan dan kondisi tanah yang tidak stabil.
Warga pun menegaskan agar penanganan tidak dilakukan setelah terjadi insiden.
“Jangan sampai harus menunggu kejadian dulu baru ada tindakan,” ungkap warga lainnya.
Beberapa langkah yang dinilai mendesak untuk dilakukan antara lain:
- Pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap tiang dan jaringan
- Evaluasi beban tambahan pada struktur
- Penggantian tiang apabila sudah tidak memenuhi standar keamanan
- Pengamanan area di sekitar lokasi
Situasi ini menjadi pengingat penting akan perlunya pemeliharaan dan pengawasan berkala terhadap infrastruktur vital, terutama yang berada di dekat permukiman warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) masih dalam proses konfirmasi oleh redaksi.
Laporan: Taufik












